Kamis, 22 April 2010

Instalasi Mail Server di Windows Server 2003

Disini akan dijelaskan cara membuat mail server di windows server 2003

Persiapan:
1. Disini kami menggunakan 1 buah laptop yang didalamnya ada 5 client server

Langkah-langkah :
1.Buka windows server 2003,lalu klik start lalu klik manage your server
2.cek Active Directory Integrated,jika sudah membuat domain controller
3.
Masukkan domain e-mail yang akan dibuat. masukan domain yang sama dengan yang sudah
kita buat di DNS,disini kami beri contoh : amelinda.net
4.Lalu next sampai finish
5. Sekarang kita membuat settingan mail box dengan cara,pilih lagi start lalu manage your
server
6. Pilih manage this email
7.klik add mailbox masukkan username dan password terserah kita,tapi password harus
kombinasi angka,huruf besar dfan kecil.
8.Disini,kami membuat 5 server
9. wokeh,,,mail server telah selesai..

Untuk menecek mail server yang telah kita buat,kita masuk ke Microsoft Outlook dengan
langkah - langkah :
1.
masuk ke tools,lalu klik account setting
2. tambah kan account baru pada outlook dengan memilih new dan klik pada tampilan pertama
microsoft exchange,pop3, imap dan http
3.Pada auto account setup pilih manual configuration
4. klik next
5.sebagai tipe email service kita pilih internet email server lalu klik next
6. Isi form data ingat nama user serta passwordnya,lalu klik next
7.klik test account setting untuk melihat apakah mail server yang telah kita buat berhasil
atau tidak
8. Jika sudah completed,maka email server telah sukses


Contoh Pengiriman email :

Contoh pengiriman dari dila ke ricky



-Pengiriman dari ricky ke dila



Pengiriman reza ke wira



Pengiriman salman ke reza



Pengirima wira ke reza



Pengriman dari wira ke ricky




Senin, 19 April 2010

Menginstall Active Directory

1. Ketik di run dcpromo



- Setelah itu maka akan tampil wizard dari windows 2003 server,next aja…


Kita akan masuk ke create new domain wizard, kita pilih tab “domain in a new forest” karena kita ingin membuat domain baru missal aja matrix.com, ya kalo kita buat di Linux mirip comen “dc=matrix,dc=com”. La kalo di windows si gampang, tinggal pilih ajah, klik next


masuk ke wizard selanjutnya misalnya : sukasuka.com



Klik next;


Next terus...


Sekarang kita buat password untuk DNS kita;


next again,,,,


Kalo dah muncul ini berarti proses telah selesai....



Untuk melihat adanya DNS yang kita buat,masuk ke command prompt lalu ketik nslookup sukasuka.com


Setelah terbukti di command prompt,sekarang kita buktikan
di domain komputernya,dengan cara:
Klik start -->Klik kanan MY Computer ,pilih properties -->
pilih computer name


kalau sudah ada tampilan seperti di atas,berarti telah terbukti...

selamat mencoba.....

Rabu, 14 April 2010



Hasil web di domain di vivanews.com

Selasa, 13 April 2010

  • Langkah pertama
ketikkan perintah #sudo apt-get install dhcp3-serverpada terminal anda
(sebelumnya pastikan ubuntu anda connect internet) .
hingga mucul kata-kata dhcp3 server is already the newest version,seperti gambar dibawah




  • langkah kedua
ketikkan perintah #sudo gedit /etc/default/dhcp3-server untuk mengganti interface yang ada pada ubuntu agar connect nya terfokus pada apa yang kita gunakan saat ini . misalnya "eth0"atau "eth1" .
dalam
percobaan ini aku gunakan koneksi "eth0".
sehingga di bagian interface kita ganti dengan "eth0" .seperti pada gambar :

  • langkah ketiga
gunakan perintah #gedit /etc/dhcp3/dhcpd.conf pada terminal untuk masuk ke configurasi dhcp nya .disana kita dapat memberikan /mengisikan subnet.net id,serta range ip yang akan kita berika ke client .
seperti dalam gambar berikut

  • langakh ke empat
langkah terakhir restart sistem dengan perintah #sudo /etc/init.d.dhcp3-server restart
kalo muncul "OK" berarti dhcp sever anda sudah berjalan .




alo udah semua sukses berarti dhcp server anda berhasil
untuk membuktikan ..
buka network connection client anda ,mis windows kalo pake vmware buka wireless connection anda pilih jaringan automatic disemua ip .
jika berhasil maka akan mucul seperti gambar dibawah ini


berhasiiiilllllllllllllll..

Rabu, 07 April 2010

Perbandingan Thin Client dan Fat Client



Fat Client

Sambungan antara Komponen langsung terhubung ke PostgreSQL.

Keamanan, sangat rendah. Database secara luas terbuka untuk komputer internal.

Kemudahan File Distribusi, bekerja dengan file dalam direktori yang sama di komputer yang sama.

Ukuran File, sedikit lebih besar

Bandwidth Jaringan Dikonsumsi, Data tidak dikompresi sebelum transmisi.

Keamanan dalam Penggunaan Remote, Data tidak dienkripsi sebelum transmisi

Thin Client

Sambungan antara Komponen terhubung ke PostgreSQL.

Keamanan, jauh lebih tinggi dari fat client

Kemudahan File Distribusi, mudah karena berjalan secara independen tanpa file tambahan

Ukuran File, sedikit lebih kecil

Bandwidth Jaringan Dikonsumsi, Data dikompresi sebelum transmisi.

Keamanan dalam Penggunaan Remote, Data terenkripsi sebelum transmisi


Kesimpulannya :

• Fat clien memiliki database lokal; yang tipis tidak.
Ini adalah benar bahwa klien tipis jarang memiliki database local. Namun, klien lemak kadang memiliki database lokal, tetapi seringkali tidak. Seorang klien lemak bisa beroperasi dengan database lokal dan men-download data ke host dalam batch, tapi bisa dengan mudah langsung terhubung ke basis data jauh dan update secara real-time. Seorang klien tipis, menurut definisi, adalah terbatas pada jumlah pengolahan yang dapat dilakukan pada komputer klien, klien tidak memiliki keterbatasan lemak tersebut.
. Thin Clien lebih mudah digunakan.
Sejak klien tipis melakukan proses kurang di workstation pengguna,biasanya mereka kurang interaktif dan karenanya memiliki banyak antarmuka pengguna kurang efisien dan lebih sulit untuk di gunakan daripada suatu klien lemak di rancang dengan baik




OSI Layer

A. Pengertian OSI
OSI merupakan kepanjangan dari Open System Interconnection Di tahun 1984 ISO (Internasional Standarizaation organization) mengeluarkan solusi untuk memberikan standarisasi kompabilitas jaringan-jaringan sehingga tidak membatasi komunikasi antar produk maupun teknologi dari vendor yang berbeda. Open System Interconnection merupakan sebuah model untuk komunikasi komputer yang terdiri dari 7 layer atau lapisan . Sebelum adanya OSI yang merupakan standar internasional ini, setiap perusahaan komputer seperti IBM dan DEC mempunyai arsitektur masing- masing sehingga produk yang dihasilkan mereka tidak bisa saling inter-operasi.

B. Model Layer OSI
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual. Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.

Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.
  • Physical layer > Berhubungan dengan masalah electrical dan mekanisme koneksi dalam jaringan.

Contoh protocol :

- Ethernet

- FDDI

- ISDN

- ATM

2. Data link layer > Berfungsi untuk mengirimkan dan menerima data.

Contoh protocol :

- PPP (Point to Point Protocol) : Protokol untuk point ke point.

- SLIP (Serial Line Internet Protocol) : Protokol dengan menggunakan sambungan serial.

3. Network layer > Untuk menyampaikan bit di antara 2 lapisan untuk data jaringan.

Contoh protocol :

- IP (Internet Protocol) : Protokol untuk menetapkan routing.

- RIP (Routing Information Protocol) : Protokol untuk memilih routing.

- ARP (Address Resolution Protocol) : Protokol untuk mendapatkan informasi hardware dari nomer IP.

- RARP (Reverse ARP) : Protokol untuk mendapatkan informasi nomer IP dari hardware.

4. Transport layer > Untuk menangani interaksi antara proses – proses pada node sumber dan node tujuan.

Contoh protocol :

- TCP (Transmission Control Protocol) : Protokol pertukaran data beroriantasi (connection oriented).

- UDP (User Datagram Protocol) : Protokol pertukaran data non-oriantasi (connectionless).

5. Session layer > Untuk mengelola alur dan waktu koneksi.

Contoh protocol :

- NETBIOS (Network Basic Input Output System) : BIOS jaringan standar.

- RPC (Remote Procedure Call) : Prosedur pemanggilan jarak jauh.

- SOCKET : Input Output untuk network jenis BSD-UNIX.

6. Presentation layer > Sebagai translasi dari berbagai tipe pada syntax system.

Contoh protocol :

- SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) : Protokol untuk pertukaran mail.

- SNMP (Simple Network Management Protocol) : Protokol untuk manejemen jaringan.

- Telnet : Protokol untuk akses dari jauh.

- TFTP (Trivial FTP) : Protokol untuk transfer file.

7. Application layer > Berfungsi untuk mengolah program dan pemakai, menerima perintah dari pemakai dan mengembalikan kode error ke pemakai jika terjadi error.

Contoh protocol :

- DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) : Protokol untuk distribusi IP pada jaringan dengan jumlah IP yang terbatas.

- DNS (Domain Name Server) : Data base nama domain mesin dan nomor IP.

- FTP (File Transfer Protocol) : Protokol untuk transfer file.

- HTTP (HyperText Transfer Protocol) : Protokol untuk transfer file HTML dan Web.

- MIME (Multipurpose Internet Mail Extention) : Protokol untuk mengirim file binary dalam bentuk teks.

- NNTP (Networ News Transfer Protocol) : Protokol untuk menerima dan mengirim newsgroup.

- POP (Post Office Protocol) : Protokol untuk mengambil mail dari server.

- SMB (Server Message Block) : Protokol untuk transfer berbagai server file DOS dan Windows.


1.